Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar merupakan program studi
jenjang sarjana (S1) yang berstatus akreditasi Unggul dan berorientasi pada
pengembangan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam. Prodi ini dikembangkan
berdasarkan falsafah “Rumah Peradaban” UIN Alauddin Makassar yang menekankan
integrasi antara nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan
lokal dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkeadaban.
Secara keilmuan, Program
Studi PMI berfokus pada pemberdayaan, pendampingan, dan pengembangan masyarakat
melalui pendekatan dakwah transformatif, penelitian sosial, serta penguatan
kapasitas komunitas. Visi program studi adalah menjadi program studi yang
“Unggul dan Inovatif dalam Pemberdayaan, Pendampingan dan Pengembangan
Masyarakat yang Berbasis Peradaban pada Tahun 2045.” Kurikulum program studi
dirancang berbasis Outcome Based Education (OBE) dan terintegrasi dengan
kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga mahasiswa tidak hanya
memperoleh penguasaan teori, tetapi juga pengalaman praktik lapangan melalui
magang, penelitian sosial, proyek kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan
kewirausahaan sosial.
Bidang kajian utama
dalam Program Studi PMI meliputi pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat,
teknik fasilitasi sosial, pengembangan lembaga, sosiologi digital dan media,
inovasi sosial, penelitian sosial, serta pengembangan masyarakat berbasis
komunitas dan nilai Islam. Selain itu, kurikulum juga menekankan penguatan
kemampuan analisis sosial, keterampilan fasilitasi masyarakat, komunikasi
multikultural, dan pengembangan program sosial yang adaptif terhadap tantangan
era digital.
Dalam mendukung proses pembelajaran, Program Studi PMI
didukung oleh sistem pengelolaan kurikulum berbasis mutu, perangkat
pembelajaran OBE, kegiatan praktikum lapangan, serta implementasi MBKM yang
memungkinkan mahasiswa belajar di luar kampus hingga tiga semester. Program
studi juga mengembangkan kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah, lembaga
sosial, komunitas pemberdayaan, dan mitra lokal, nasional, maupun internasional
guna memperkuat pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat,
serta kegiatan magang dan proyek sosial mahasiswa.
Perjalanan panjang Fakultas Dakwah dan Komunikasi
yang memiliki beberapa jurusan diantaranya jurusan Pengembangan Masyarakat
Islam. Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam berdiri sejak tahun 1999 dan
mendapatkan SK Oprasional dari Menteri Agama RI dengan Nomor SK Menteri Agama Nomor E/50/1999 Tanggal 25 Maret 1999,
sebagai jawaban atas perkembangan dan tuntutan kebutuhan, sekaligus menganulir
pemahaman reduksionis yang menganggap dakwah sebagai khitabah atau tablig (ceramah). Dengan dibukanya jurusan
Pengembangan Masyarakat Islam, mendapat sambutan baik dan menarik peminat
dengan angka yang cukup signifikan, apalagi setelah Pengembangan Masyarakat
Islam terakreditasi dengan nilai B, berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasional
Perguruan Tinggi Nomor: 403/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2014 tanggal 20 Oktober 2014.
Pada tahun 2021 Pengembangan Masyarakat Islam terakreditasi dengan nilai A,
berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor SK BAN-PT No.
707/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2021.