Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
bpi.fdk.uin-alauddin.ac.id Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
MENGUATKAN KONSELING BERBASIS BUDAYA LOKAL, MAHASISWA BPI UINAM LAKSANAKAN STUDY BUDAYA KE YOGYAKARTA

MENGUATKAN KONSELING BERBASIS BUDAYA LOKAL, MAHASISWA BPI UINAM LAKSANAKAN STUDY BUDAYA KE YOGYAKARTA

Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Alauddin Makassar (BPI UINAM) melaksanakan kegiatan study budaya ke Yogyakarta, Ahad- Senin (04/01/2026-12/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Konseling Berbasis Budaya Lokal dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pelestarian budaya.

Dosen pengampuh Mata Kuliah Konseling Berbasis Budaya Lokal, Bapak Dr. Irwanto Gani, M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan budaya mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman aplikatif mengenai pentingnya sensitivitas budaya dalam praktik konseling dan penyuluhan. “Kegiatan studi budaya sebagai wujud aplikatif penguatan wawasan budaya yang beragam dan sekaligus untuk memperkuat pondasi pengetahuan pada Mata Kuliah Konseling Berbasis Budaya Lokal. Dengan adanya perbandingan wawasan budaya yg berbeda akan mempermudah para calon penyuluh ataupun konselor untuk memahami perbedaan dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Bahkan hal ini menjadi pemahaman yang penting dalam penyelesaian masalah Klien nantinya,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Alauddin Makassar, Dr. St. Rahmatiah, S.Ag., M.Sos.I., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan study budaya tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi keilmuan BPI yang menekankan penguatan kompetensi akademik sekaligus kepekaan sosial dan budaya mahasiswa. “Kegiatan study budaya ini merupakan langkah strategis dalam membentuk mahasiswa BPI yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga matang secara sikap dan karakter. Pemahaman lintas budaya sangat penting bagi calon konselor dan penyuluh Islam agar mampu memberikan layanan yang humanis, inklusif, dan kontekstual sesuai dengan realitas masyarakat yang majemuk. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam praktik profesionalnya di masa mendatang,” ungkapnya.

Selama kurang lebih satu pekan perjalanan dengan empat hari pelaksanaan kegiatan inti di Yogyakarta, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi dengan keberagaman budaya lokal. Berbagai destinasi bersejarah dan budaya yang dikunjungi, di antaranya Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai situs warisan dunia, serta beberapa ikon kota Yogyakarta seperti Malioboro, Titik Nol Kilometer, Tugu Yogyakarta, Masjid Kraton hingga kunjungan edukatif ke Kampus UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mahasiswa juga tidak hanya mempelajari nilai-nilai budaya secara teoritis akan tetapi, juga merasakan langsung bagaimana budaya memengaruhi pola komunikasi, sikap sosial, pengelolaan emosi serta interaksi antar individu. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa BPI sebagai calon penyuluh dan konselor agar mampu memahami latar belakang budaya klien secara lebih empatik dan profesionalitas.

Selain memperkaya wawasan akademik kegiatan study budaya ini juga menumbuhkan nilai kebersamaan, kekompakan dan sikap saling menghargai. “kegiatan study budaya di Yogyakarta menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Melalui kunjungan ke situs bersejarah, kami memperoleh pemahaman langsung tentang nilai sejarah dan keberagaman budaya. Suasana masyarakat Yogyakarta yang tertib dan saling menghargai juga memberikan pembelajaran penting mengenai pengaruh budaya terhadap sikap, komunikasi dan pengelolaan emosi. Kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan dan kekompakan antar mahasiswa serta menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia,” ujar Aas Novianti dan Agustina, Mahasiswa BPI.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BPI diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia serta menjadi fondasi kuat dalam membentuk konselor yang berkarakter, berwawasan luas dan peka terhadap keberagaman budaya masyarakat.

Penulis: Nabila Fauziah