Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar merupakan institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu dakwah dan komunikasi Islam yang integratif, transformatif, dan kompetitif. Dalam perjalanannya, fakultas ini terus berkomitmen menjadi pusat kajian keilmuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari perguruan tinggi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada pencerahan dan pencerdasan umat. Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kualitas akademik mahasiswa secara profesional, dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, serta perkembangan teknologi komunikasi.
Fakultas ini juga berperan dalam mencetak sarjana dakwah dan komunikasi Islam yang kompeten, berdaya saing, serta memiliki akhlak mulia. Hal ini sejalan dengan tujuan fakultas dalam menghadirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih dari itu, Fakultas Dakwah dan Komunikasi diarahkan untuk menjadi pilar peradaban Islam di bidang dakwah dan komunikasi. Melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, fakultas ini terus berupaya memberikan kontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu, beretika, dan berkemajuan.
Dengan mengusung motto “Bermartabat”, Fakultas Dakwah dan Komunikasi menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai etika, integritas, dan profesionalisme dalam setiap aspek kegiatan akademik maupun sosial. Motto ini menjadi landasan dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.
Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada awalnya berlokasi di Kabupaten Bulukumba (sekitar 153 km arah selatan Kota Makassar). Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang ide pendiriannya telah muncul pada tahun 1968 di Bulukumba atas inisiatif dan prakarsa pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dan berstatus sebagai Fakultas Dakwah dan Komunikasi Filial Bulukumba, kemudian diresmikan menjadi Fakultas Dakwah IAIN Alauddin Cabang Bulukumba oleh Menteri Agama RI (Bapak K.H. Muhammad Dahlan) pada tanggal 1 Rabiul Awal 1390 H di Palu Sulawesi Tengah berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 253 tahun 1970 tanggal 31 September 1970 berstatus filial atas inisiatif Rektor IAIN Alauddin (sekarang UIN Alauddin), Drs. H. Muhyiddin Zain dan Dra. Syamsiah Noor ditunjuk sebagai dekan. Sedangkan penanggung jawab adalah Bupati Kepala Daerah Tk. II Bulukumba, Drs. Andi Bakri Tandaraming dan dibantu beberapa tokoh masyarakat Bulukumba.
Pada tahun 1971, berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 253 mengubah status “filial” menjadi Fakultas Dakwah Cabang Bulukumba dan memiliki satu jurusan yaitu Bimbingan Penyuluhan Masyarakat (BPM). Kemudian Keputusan Menteri Agama No. 65 tahun 1982 tanggal 14 Juli 1982 status cabang ditingkatkan menjadi fakultas madya. Setahun kemudian, dengan dasar SK Rektor No. 31 tahun 1983 tanggal 10 September 1983 dibuka tingkat Doktoral dan diberi kewenangan untuk mencetak sarjana lengkap.
Selanjutnya dengan keputusan Presiden RI No. 9 tahun 1987 serta realisasinya melalui Keputusan Menteri Agama RI No. 18 tahun 1988 maka Fakultas Dakwah dialihkan ke Ujung Pandang (sekarang Makassar) dengan menambah satu jurusan lagi yaitu Penerangan dan Penyiaran Agama Islam (PPAI), dan pada tahun 1989/1990 jurusan BPM diubah namanya menjadi Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam (BPAI), sejak peralihannya ke Ujung Pandang, fakultas Dakwah banyak mengalami kemajuan dan perubahan baik kuantitas maupun kualitas dosen serta mahasiswa. Sejak itu seiring dengan perkembangan mahasiswa serta dinamika akademis secara nasional dibuka jurusan-jurusan lain dan perubahan nama. Dua jurusan yang diubah namanya adalah Jurusan BPAI menjadi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) dan Jurusan PPAI menjadi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Di samping itu dibuka pula jurusan baru yaitu Jurusan Manajemen Dakwah (MD) dan Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan jurusan Teknik Informatika (kini bergabung dengan Fakultas Sains dan Teknologi).
Pada tahun 2001/2002 dibuka Program Diploma dua (D-2 BPI) baik di Makassar maupun di daerah-daerah (Bulukumba, Maros, Luwu, Tana Toraja dan Mamuju). Pada tahun 2005/2006 dibuka jurusan baru yaitu Jurusan Jurnalistik sesuai dengan surat Dirjen Kelembagaan Islam No. 4035/DJ/2005 perihal Rekomendasi pembukaan program studi baru pada UIN Alauddin Makassar, tertanggal 9 Desember 2005, dan pada tahun akademik 2007/2008 telah dibuka konsentrasi Kessos yang bernaung di bawah Prodi PMI, serta pada tahun akademik 2008/2009 juga dibuka Jurusan Ilmu Komunikasi sesuai dengan surat izin Dirjen Pendidikan Islam No. Dj.I/419/2007.
Awal berdirinya Fakultas Dakwah merupakan pecahan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Ujung Pandang, kemudian berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 252 Tahun 1971 diubah menjadi Fakultas Dakwah Cabang Bulukumba. Pada tanggal 14 Juli 1982 Status Cabang diubah menjadi Fakultas Madya berdasarkan SK Menteri Agama No. 65 Tahun 1982. Satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 10 September 1983 dibuka tingkat Doktoral oleh Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang berdasarkan SK No. 31 Tahun 1983 tanggal 10 September 1983 dengan membuka satu jurusan yaitu jurusan Bimbingan Penyuluhan Masyarakat (BPM).
Pada tahun 1988 Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang tadinya berdiri di Kabupaten Bulukumba direlokasi ke Makassar, dengan membuka dua jurusan yaitu jurusan PPAI dan BPAI. Pada tahun 1989 Fakultas Dakwah membuka dua jurusan yaitu jurusan PPAI dan BPAI.
Pada tahun 1999 Nama PPAI dan BPAI berubah menjadi KPI dan BPI berdasarkan SK Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam No E/50/1999 tanggal 25 Maret 1999.
Fakultas Dakwah tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat. Salah satu wujud perkembangan Fakultas Dakwah ialah perubahan nama Fakultas Dakwah menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi seiring berkembangnya jurusan yang ada. Jika pada awal berdirinya hanya membina jurusan Dakwah, kini sudah memiliki tujuh jurusan/prodi yaitu: Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Jurnalistik, Ilmu Komunikasi, Manajemen Haji dan Umroh, dan S2 Komunikasi Penyiaran Islam.
Fakultas Dakwah telah berubah nama menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi sejak dikeluarkannya Organisasi dan tatakerja (ortaker) UIN Alauddin Makassar melalui Peraturan Menteri Agama RI Nomor: 5 Tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006.
Sarana
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar berlokasi di jalan H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata-Gowa (Kampus II). Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar terdiri atas dua gedung dengan jumlah ruang kelas sebanyak 26 kelas untuk kegiatan perkuliahan yang ada pada gedung C dilengkapi dengan full AC dan kipas angin di gedung lama. Selain itu juga ada ruangan dekan, wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, perpustakaan, ruang dosen, ruang tenaga administrasi, gedung DEMA, mushalla dan ruang praktikum dakwah. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar juga dilengkapi dengan ruang laboratorium yaitu laboratorium Radio, laboratorium TV, laboratorium multi media, laboratorium Fotografer, laboratorium konseling dan laboratorium kessos, ruang rapat senat dan ruang LT, perparkiran yang memadai, taman belakang (Belakang dakwah) dan beberapa gazebo. Sarana penunjang pembelajaran lainnya adalah LCD proyektor untuk memudahkan transformasi pengetahuan kepada mahasiswa dan Wi-Fi 24 jam.
Prasarana
Dalam kaitannya dengan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk saat ini sudah memadai, tetapi dengan melihat perkembangan dan animo masyarakat terhadap Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, maka perlu tambahan sarana dan prasarana. Sarana yang dimaksud adalah perlunya ada penambahan gedung perkuliahan, ruang dosen, perkantoran lembaga kemahasiswaan, gedung laboratorium, ruang aula yang memuat minimal 500 orang, dan ruang seminar. Dari segi prasarana perlu ada penambahan alat laboratorium, alat-alat perkuliahan, buku-buku perpustakaan baik yang sifatnya manual maupun melalui online. Kendala yang dihadapi adalah perencanaan penambahan sarana gedung dan prasarana sudah diusulkan, tetapi belum ditetapkan dalam DIPA UIN Alauddin.