Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Seminar Nasional Kesejahteraan Sosial FDK UIN Alauddin Bahas Kompleksitas Masalah Sosial dan Peran Strategis Pekerja Sosial

Seminar Nasional Kesejahteraan Sosial FDK UIN Alauddin Bahas Kompleksitas Masalah Sosial dan Peran Strategis Pekerja Sosial

Gowa - Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Nasional yang berlangsung di Aula H. Amir Said Lantai I, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Kamis (16/04/2026).


Kegiatan ini mengangkat tema “Pekerja Sosial Kini, Esok dan Akan Datang (Sebuah Catatan Kecil)” dan diselenggarakan sebagai upaya memberikan wawasan akademik kepada mahasiswa terkait peran strategis pekerja sosial dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial yang semakin kompleks.


Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Syamsuddin AB, S.Ag., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, menyoroti salah satu tantangan utama yang dihadapi pekerja sosial saat ini, yaitu persoalan kemiskinan.


Menurutnya, kemiskinan merupakan permasalahan yang memiliki dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga potensi terjadinya konflik sosial. Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan sosial yang dihadapi saat ini semakin kompleks dan saling berkaitan satu sama lain.


Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa keberadaan pekerja sosial menjadi sangat penting dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan tersebut. Oleh karena itu, pekerja sosial dituntut untuk memiliki profesionalitas dan kualitas yang baik dalam menjalankan perannya, guna menghindari terjadinya malpraktik dalam penanganan masalah sosial.


Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Muhammad Akbar, S.St., Sp.PSA., M.M., yang merupakan Pekerja Sosial Ahli Muda, memaparkan bahwa dalam praktik penyelenggaraan kesejahteraan sosial terdapat beberapa ruang lingkup utama, yaitu pencegahan, perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan.


Ia menjelaskan bahwa keempat aspek tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan peran pekerja sosial di tengah masyarakat, guna memastikan bahwa setiap permasalahan sosial dapat ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan.


Lebih lanjut, beliau juga menguraikan sejumlah tantangan yang dihadapi pekerja sosial, di antaranya aspek kompetensi, etika, budaya, sistem, serta jejaring. Menurutnya, kompetensi menjadi hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan, khususnya oleh mahasiswa sebagai calon pekerja sosial, agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.


Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami secara lebih mendalam tantangan yang dihadapi pekerja sosial serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika permasalahan sosial di masa kini dan masa yang akan datang.