Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen FDK Menjadi Narasumber pada Kegiatan Mujahid Dakwah Ramadhan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar

Dosen FDK Menjadi Narasumber pada Kegiatan Mujahid Dakwah Ramadhan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar

Gowa, 25 Januari 2026 – Salah satu Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D menjadi Narasumber pada Kegiatan Mujahid Dakwah Ramadhan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar Ahad, 25 Januari 2026.

Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D, hadir sebagai Narasumber Tunggal pada kegiatan tersebut, beliau menyampaikan materi tentang “Strategi Komunikasi Dakwah di Era Digital”. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 1.000 santri dari tingkat SMP hingga SMA (kelas 7-12) serta didampingi langsung oleh para guru dan wali kelas.

Dalam penyampaian materinya, pak Haidir membagi materinya dalam tiga sesi, yaitu beliau mengulas topik tentang Dakwah di Era Digital, Teknik Komunikasi dakwah yang efektif serta praktik dakwah melalui media online.

Selain itu, beliau juga berbagi pengalaman saat terpilih sebagai Ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah New South Wales Australia tahun 2022. Meski belum lama bergabung dan berdomisili cukup jauh dari pusat kota Sidney, aktivitas Dakwah yang ia lakukan adalah melalui media online yang membuatnya dikenal oleh warga Muhammadiyah setempat.

“media digital dapat menjadi sarana dakwah yang sangat efektif apabila dimanfaatkan secara positif dan dilakukan secara konsisten.” Jelas Pak Haidir kepada para peserta.

Dia menegaskan bahwa Dakwah digital memiliki keunggulan dalam menjangkau audiens yang lebih luas lintas generasi dan wilayah, serta sejalan dengan perkembangan zaman saat ini. Pesan-pesan dakwah dapat disampaikan secara ringkas, menarik dan mudah dipahami melalui beragam paltform digital.

“santri memiliki kebebasan memilih dakwah konvensional maupun dakwah digital. Namun, bagi yang memilih dakwah digital, niat, etika dan konten yang positif harus senantiasa dijaga agar mampu mengimbangi bahkan menangkal konten-konten negatif”. Lanjut pak Haidir.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung secara interaktif dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Para santri tampak aktif menyimak, mencatat materi-materi yang penting serta mengikuti sesi praktik sederhana yang menekankan penyusunan pesan dakwah yang santun dan menyejukkan di media sosial.

Melalui pelatihan ini, Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D mengharapkan agar para peserta mampu menyesuaikan diri dengan majunya dunia teknologi dalam hal ini adalah pengembangan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif, bijak dan bertanggung jawab serta menyiapkan kader-kader dakwah yang adaptif, cerdas dan berAKHLAK mulia, serta siap berdakwah di tengah masyarakat maupun melalui media digital. (hmsfdk)