Makassar, 4 September 2026 – Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyelenggarakan Pembukaan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (Mandiri) Makassar Angkatan IV Tahun 2026 di Wisma Shafa, Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Jumat (4/9).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran pimpinan FDK UIN Alauddin Makassar, fasilitator, serta para peserta. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M.Hum.
Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (Mandiri) Makassar Angkatan IV Tahun 2026 diikuti sebanyak 81 peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pembimbing ibadah haji dan umrah agar memiliki standar profesional dalam mendampingi jemaah.
Dalam sambutannya, Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, M.Pd., M.Si., M.M., menegaskan bahwa sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah memiliki urgensi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi formalitas administratif.
“Urgensi pelatihan sertifikasi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi ini untuk menghadirkan pembimbing haji dan umrah yang punya standar dan kompetensi nasional,” ujarnya.
Dekan juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian sertifikasi serta berharap kegiatan dapat berjalan dengan baik dan seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, S.Ag., M.Ag., berharap para alumni sertifikasi nantinya dapat mengambil peran dalam mendampingi jemaah, termasuk ketika terdapat penerimaan petugas haji.
“Alumni SPIHU, kami harap ke depannya, ketika ada penerimaan petugas maka dipersilakan untuk mendampingi jemaah-jemaah kita,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa sertifikasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada tugas sebagai petugas haji, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang memiliki dimensi dunia dan akhirat.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., memberikan sambutan sekaligus materi kepada para peserta. Ia menekankan bahwa pembimbing haji tidak hanya bertugas menunjukkan jalan kepada jemaah, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memahami karakter dan keberagaman jemaah yang didampinginya.
Menurutnya, terdapat sejumlah paradoks yang perlu disadari oleh seorang pembimbing. Pembimbing memang bertugas menunjukkan jalan kepada jemaah, namun jangan sampai merasa paling mengetahui jalan sehingga justru berpotensi “tersesat bersama”. Begitu pula dengan proses pembelajaran, jemaah datang ke tanah suci untuk belajar ibadah, tetapi pembimbing juga sejatinya dapat belajar dari para jemaah mengenai keragaman kehidupan, pemahaman, etos, dan pengalaman mereka.
Rektor juga menyoroti pentingnya kemampuan pembimbing dalam menghadapi berbagai karakter jemaah. Pembimbing mengajarkan kesabaran, tetapi pada saat yang sama jemaah juga dapat menjadi ujian kesabaran bagi pembimbing. Karena itu, pemahaman terhadap psikologi dan kepribadian jemaah haji menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pembimbing.
“Keilmuan adalah hal yang paling mendasar bagi pembimbing. To be strong, but not rude. Kita harus kuat tetapi jangan kasar kepada para jemaah,” tegasnya.
Setelah rangkaian sambutan dan materi, kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M.Hum., yang mengikuti kegiatan secara daring.
Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyematan tanda kepada perwakilan peserta Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (Mandiri) Makassar Angkatan IV Tahun 2026 sebagai simbol dimulainya rangkaian sertifikasi bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, FDK UIN Alauddin Makassar bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia berkomitmen mendorong lahirnya pembimbing ibadah haji dan umrah yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga kemampuan memahami karakter jemaah serta menjalankan tugas pendampingan dengan profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.
(hmsfdk)