Gowa, 28 Januari
2026 – Mahasiswi Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN
Alauddin Makassar, Helma Syahfira, melaksanakan ujian hasil skripsi pada Rabu
(28/1) pagi. Skripsi yang diuji berjudul “Strategi Dinas Komunikasi Informatika
Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan dalam Menangkal Informasi
Hoax.”
Ujian hasil tersebut dilaksanakan
di hadapan dua dosen pembimbing, yakni Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si.,
Ph.D sebagai Pembimbing I dan Suryani Musi, S.Sos., M.I.Kom sebagai Pembimbing
II. Sementara itu, tim penguji terdiri atas Dr. H. Arhan, M.Si dan Dr. Harlan,
S.Ag., M.Pd.
Penelitian yang disusun oleh
Helma Syahfira ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penyebaran informasi
hoaks di ruang digital yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial serta
memengaruhi opini publik. Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut
peran aktif pemerintah daerah, khususnya Dinas Komunikasi Informatika Statistik
dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, dalam menyusun strategi komunikasi
yang sistematis dan berkelanjutan.
Pelaksanaan ujian berlangsung
dalam suasana akademis dan kondusif. Helma Syahfira memaparkan hasil
penelitiannya secara runtut dan mampu menjawab pertanyaan serta tanggapan
kritis dari para penguji, terutama terkait efektivitas strategi kontra-narasi,
literasi digital, serta mekanisme pemantauan informasi hoaks yang dijalankan
oleh Diskominfo Sulawesi Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa strategi penangkalan hoaks dilakukan melalui penyediaan kanal informasi
resmi, peningkatan literasi digital masyarakat, pemanfaatan media sosial
sebagai sarana edukasi, serta kerja sama lintas sektor. Namun demikian, penelitian
ini juga menemukan sejumlah kendala, di antaranya rendahnya tingkat literasi
digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur dan teknologi, serta derasnya
arus informasi digital yang sulit dikendalikan.
Melalui ujian hasil ini,
penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik serta
menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan
komunikasi publik yang lebih efektif guna menciptakan ekosistem informasi yang
sehat di Sulawesi Selatan. (hmsfdk)