Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen FDK dan FKIK UIN Alauddin Makassar Bekerjasama dengan Yayasan Muafa Hadir di Tengah Musibah Sipirok

Dosen FDK dan FKIK UIN Alauddin Makassar Bekerjasama dengan Yayasan Muafa Hadir di Tengah Musibah Sipirok

Gowa, 29 Januari 2026 – Semangat kepedulian dan solidaritas sosial kembali terwujud melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penyaluran santunan bagi korban terdampak bencana alam di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 ini merupakan hasil kerja sama lintas lembaga antara the Foundation of Islamic Studies and Information (FISI) Sydney Australia, Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin Makassar, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, serta Yayasan Muafa.

Bencana alam yang sebelumnya melanda Sipirok menyebabkan kerusakan rumah warga, tertutupnya lahan pertanian oleh pasir dan lumpur, dan hilangnya mata pencaharian. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk hadir memberikan bantuan nyata, tidak hanya berupa santunan tunai, tetapi juga layanan kesehatan dan dukungan moral bagi masyarakat terdampak.

Dalam perspektif ajaran Islam, kepedulian terhadap sesama merupakan kewajiban yang memiliki nilai ibadah tinggi. Ajaran ta’awun atau tolong-menolong menekankan pentingnya bekerja sama dalam kebaikan, terutama di saat kesulitan dan musibah. Musibah bukan hanya ujian, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat empati, rasa solidaritas, dan tanggung jawab kolektif terhadap sesama. Nilai ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah mendorong setiap individu dan lembaga untuk hadir secara nyata dan memberikan bantuan sesuai kemampuan.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang menjadi salah satu tugas utama dosen. Tenaga medis dari Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin Makassar melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan edukasi terkait pemulihan pascabencana, sementara Dosen FDK UIN Alauddin Makassar Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D memberikan pembinaan moral dan penguatan semangat warga melalui pendekatan komunikasi dan dakwah sosial. Hal ini menunjukkan bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diwujudkan secara konkret melalui kepedulian sosial.

Kerja sama lintas lembaga dan lintas negara ini memperlihatkan kekuatan kolaborasi. FISI Australia berperan sebagai mitra donatur yang menghimpun dana dari diaspora Indonesia di Australia. Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin Makassar menyediakan tenaga medis, obat-obatan, serta pelayanan kesehatan. Dosen FDK UIN Alauddin Makassar berkontribusi dalam pembinaan moral dan edukasi sosial. Yayasan Muafa mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di lapangan serta memastikan bantuan tepat sasaran di berbagai desa dan dusun terdampak. Bantuan ini tersalurkan kepada 101 warga, dengan 15 orang menerima pemeriksaan kesehatan langsung.

Sejak berdiri pada 2023, Yayasan Muafa aktif menggalang dana dan menyalurkan bantuan sosial di Kecamatan Sipirok dan sekitarnya. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan antara lain membantu korban tertimpa pohon pinus di Desa Kilang, menyantuni guru-guru mengaji, anak yatim, warga kurang mampu, dan orang tua lanjut usia. Kiprah ini menunjukkan komitmen Yayasan Muafa dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan empati di masyarakat, sehingga setiap kegiatan bantuan bersifat berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan nyata warga.

Koordinator Program, Haidir Fitra Siagian, menyatakan, “Kegiatan ini membuktikan bahwa kepedulian dan solidaritas tidak mengenal jarak. Meskipun FISI berada di Australia, mereka tetap peduli terhadap kondisi masyarakat di tanah air. Dukungan Yayasan Muafa yang konsisten sejak 2023 dan keterlibatan Dosen FDK UIN Alauddin memperkuat dampak sosial kegiatan ini. Kami berharap kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan dan empati dapat meringankan penderitaan sesama, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.”

Manfaat kegiatan ini bagi masyarakat sangat nyata. Selain bantuan santunan tunai yang meringankan beban ekonomi, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan yang mendukung pemulihan fisik pascabencana. Kehadiran tim relawan dan tenaga medis memberikan dorongan moral dan rasa diperhatikan, meningkatkan semangat masyarakat untuk bangkit kembali. Silaturahmi dan kunjungan langsung ke desa-desa terdampak memperkuat ikatan sosial, sehingga warga merasa tidak sendirian menghadapi musibah.

Total dana yang direalisasikan mencapai Rp27 juta, digunakan untuk santunan, operasional lapangan, serta kebutuhan mendesak. Meskipun kegiatan menghadapi kendala seperti waktu terbatas, jarak tempuh Makassar–Sipirok yang jauh, dan kondisi cuaca yang belum stabil, koordinasi yang baik antar lembaga menjadikan kegiatan ini berjalan lancar.

Kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai Islam, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan solidaritas diaspora Indonesia dapat diwujudkan secara nyata untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian, empati, dan kebersamaan adalah fondasi penting dalam membangun ketangguhan masyarakat, sekaligus memperkuat ukhuwah dan rasa persaudaraan lintas negara dan generasi.

Dengan keberhasilan kegiatan ini, diharapkan model kerja sama lintas lembaga dan lintas negara dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi lembaga lain dalam menanggulangi bencana serta meningkatkan kepedulian sosial di Indonesia.* (hfs-hmsfdk)