Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Guru Besar FDK UIN Alauddin Dikukuhkan, Angkat Tema Teologi Islam Minoritas dalam Masyarakat Pluralistik

Guru Besar FDK UIN Alauddin Dikukuhkan, Angkat Tema Teologi Islam Minoritas dalam Masyarakat Pluralistik

Gowa, 29 Juni 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menggelar Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung di Auditorium UIN Alauddin Makassar, Senin (29/06/2026).

Salah satu guru besar yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. Hj. Nurlaelah Abbas, Lc., M.A., Guru Besar bidang kepakaran Teologi Islam Minoritas pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Sidang senat dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Mardan, M.Ag., dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dewan guru besar, sivitas akademika, keluarga, serta para tamu undangan.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Rekonstruksi Teologi Islam Minoritas dalam Bingkai Masyarakat Pluralistik”, Prof. Nurlaelah Abbas menegaskan bahwa pengakuan terhadap kelompok minoritas merupakan bagian dari kehendak ilahi sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari desain Tuhan dalam penciptaan manusia. Keberagaman bukanlah suatu penyimpangan, melainkan sebuah relasi sosial yang mendorong manusia untuk saling mengenal, memahami, dan membangun kehidupan bersama yang harmonis.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Nurlaelah Abbas juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik dan intelektualnya hingga mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar.

“Terima kasih kepada Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan civitas akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar serta seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan intelektual saya menjadi guru besar. Semoga semuanya diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Menanggapi pidato pengukuhan tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., memberikan apresiasi atas tema yang diangkat dan kedalaman kajian yang disampaikan.

“Sejujurnya saya ingin mengatakan bahwa pidato ini ditulis dengan sangat baik. Sebagai bahan perenungan, kita memang sesekali sebagai mayoritas perlu mengalami hidup sebagai minoritas agar kita memahami keterbatasan kaum minoritas itu sendiri,” ujarnya.

Pengukuhan Prof. Dr. Hj. Nurlaelah Abbas, Lc., M.A. sebagai Guru Besar diharapkan semakin memperkuat kontribusi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dalam pengembangan kajian keislaman, khususnya di bidang Teologi Islam Minoritas, serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran akademik yang inklusif dan relevan dengan realitas masyarakat pluralistik di Indonesia.

(hmsfdk)