Gowa, 7 Mei 2026 — Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Pelatihan Hipnoterapi dan Bekam yang berlangsung di Ruang LT Drs. H. M. Amir Said Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Mahasiswa BPI dalam Terapi Alternatif Berbasis Nilai-Nilai Islam” sebagai bentuk pengembangan kompetensi mahasiswa dalam memahami terapi alternatif yang relevan dengan pendekatan keislaman dan kebutuhan masyarakat modern.
Dalam laporan ketua panitia, Dr. Usman Nur, M.Ag., disampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Semester VI.
“Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam semester VI. Diharapkan mereka dapat menjadi ahli dalam bidang hipnoterapi karena akan dibimbing langsung oleh guru besar sebagai pemateri,” ujarnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, M.Pd., M.Si., M.M.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa hipnoterapi ke depan akan semakin dibutuhkan di tengah kehidupan modern yang penuh dengan persaingan dan tekanan.
“Hipnoterapi ke depan akan semakin dibutuhkan karena dunia modern dipenuhi dengan kompetisi. Banyak orang berhasil, namun tidak sedikit pula yang mengalami tekanan dan stres berat. Oleh karena itu, ahli hipnoterapi sangat diperlukan untuk membantu menenangkan hati dan pikiran, bukan dengan hal-hal magis, tetapi melalui pendekatan terapi yang menenangkan,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa terapi bekam memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan fisik serta menjadi bagian dari sunnah dalam Islam.
“Bekam sangat baik untuk membantu mengurangi kelelahan fisik, dan terapi ini juga merupakan salah satu sunnah,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Prof. Dr. H.M. Sattu Alang, M.A. dan Muhammad Alfian Rezki, S.Sos., yang memberikan materi dan praktik terkait hipnoterapi serta bekam kepada para peserta.
Salah satu peserta pelatihan, Muhammad Al Mutakhir menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi mahasiswa BPI dalam meningkatkan kompetensi dan wawasan keilmuan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa BPI,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam mampu mengembangkan keterampilan terapi alternatif berbasis nilai-nilai Islam serta dapat menerapkannya dalam pelayanan dan pendampingan masyarakat.
(hmsfdk)