Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Prodi MHU FDK UIN Alauddin Gelar Kuliah Umum Bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI

Prodi MHU FDK UIN Alauddin Gelar Kuliah Umum Bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI

Gowa, 13 Mei 2026 — Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Kuliah Umum yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Rektorat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Prodi MHU Dalam Menyiapkan SDM Profesional Untuk Mendukung Ekosistem Haji dan Umrah” dan menghadirkan narasumber Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.Ak., M.PKP., Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Kuliah umum ini dihadiri oleh rombongan Kementerian Haji dan Umrah, pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, civitas akademika, serta mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah merupakan salah satu program studi yang memiliki minat tinggi di kalangan mahasiswa.

“Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan kepada Pak Wakil Menteri bahwa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah merupakan prodi yang sangat diminati. Baru-baru ini, Prodi MHU kami juga memperoleh predikat Akreditasi Unggul. Anak-anak kami dari MHU siap untuk mendukung dan membangun ekosistem haji,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.Ak., M.PKP., menjelaskan bahwa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah di perguruan tinggi Islam memiliki keunggulan tersendiri karena memadukan perspektif manajemen dan syariah secara seimbang.

“Kelebihan Manajemen Haji dan Umrah di UIN adalah memiliki perspektif syariahnya. Jika program studi ini dibuka di universitas umum, orientasinya lebih kepada manajemen. Karena itu, saya berharap di Manajemen Haji dan Umrah terdapat keseimbangan antara kemampuan manajemen dan pemahaman syariah,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia menginginkan pertumbuhan ekosistem ekonomi haji yang kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah merumuskan konsep Tri Sukses Haji sebagai arah pengembangan penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia.

“Terdapat tiga fokus utama dalam Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual haji dan umrah, sukses ekosistem ekonomi haji dan umrah, serta sukses peradaban dan keadaban,” ungkapnya.

Menurutnya, poin ketiga sangat relevan dengan peran UIN sebagai kampus yang mengusung nilai-nilai peradaban dan keislaman.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa salah satu output dari konsep tersebut adalah membangun sistem dan ekosistem haji dan umrah yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pelaku usaha Indonesia.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan menjadi ruang diskusi strategis terkait penguatan sumber daya manusia dalam mendukung pengembangan ekosistem haji dan umrah nasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah mampu meningkatkan kompetensi profesional, wawasan manajerial, serta pemahaman syariah dalam mendukung pengembangan layanan haji dan umrah di Indonesia.

(hmsfdk)