Makassar, 27 Oktober 2026 – Di dalam gedung yang terang dengan langit-langit mengilap dan rak buku menjulang, tidak ada yang tahu bahwa sekelompok mahasiswa berjaket hijau sedang membawa satu misi: mencari tahu bagaimana sebuah lembaga publik "berbicara" kepada masyarakat.
Pada Selasa (27/10/2026), mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar kelas 3IKOM A mendatangi Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyelesaikan tugas wawancara mata kuliah Manajemen Public Relation. Mereka disambut oleh Suharman, lalu memulai kunjungan yang bagi mereka lebih mirip ekspedisi daripada tugas kuliah.
Perpustakaan dipilih karena memiliki tantangan komunikasi yang unik. Lembaga ini harus menarik orang untuk datang, membaca, dan memanfaatkan layanan, tanpa menjual produk apa pun. Di sinilah kehumasan bekerja, yaitu menyampaikan informasi dengan jelas, merawat hubungan dengan pengunjung, dan menjaga kepercayaan publik.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa mencari tahu bagaimana lembaga publik membangun kedekatan dengan masyarakat, cara menyampaikan informasi agar mudah diterima, dan upaya menjaga citra positif setiap hari. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi bahan laporan tugas mereka.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa PR tidak hanya dipelajari lewat modul. Ia terlihat dari cara sebuah tempat menyambut tamu, menata ruang, dan membuat orang merasa diterima. Mahasiswa pulang dengan satu pemahaman baru, yaitu bahwa kehumasan adalah seni membangun kepercayaan, dan seni itu paling mudah dipelajari dengan datang langsung.
Seusai kegiatan, rombongan berfoto bersama di lorong perpustakaan dengan latar rak-rak buku yang menjadi simbol literasi daerah. Mereka berterima kasih atas sambutan yang diberikan dan berharap hubungan baik antara kampus dan perpustakaan terus terjalin.
Keterangan foto: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar berfoto bersama Suharman di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan seusai kunjungan tugas wawancara kehumasan, Selasa (27/10/2026).
*Bila/ADFEP*