Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Penerapan Keprotokolan di Lembaga Nirlaba: Dompet Dhuafa Sulsel Tekankan Pentingnya Attitude dan Komunikasi

Penerapan Keprotokolan di Lembaga Nirlaba: Dompet Dhuafa Sulsel Tekankan Pentingnya Attitude dan Komunikasi

MAKASSAR — Rombongan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar melakukan kunjungan wawancara mendalam di kantor Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan pada Rabu (28/10/2026). Wawancara ini dilakukan untuk menggali bagaimana praktik keprotokolan dan komunikasi diterapkan dalam lembaga filantropi non-pemerintah. Hadir sebagai narasumber, Pelaksana Tugas (Plt.) Pimpinan Cabang yang juga menjabat Head of Resource Mobilization (Remo) Dompet Dhuafa Sulsel, Nurhasnaini Hasan.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa sebagai lembaga swasta kemanusiaan, Dompet Dhuafa tidak memiliki nomenklatur atau aturan baku keprotokolan yang rigid seperti pada instansi pemerintahan. Seluruh fungsi komunikasi eksternal dan pengondisian acara diatur secara fleksibel di bawah divisi Corporate Communication dan Resource Mobilization. “Karena kita lembaga swasta, tidak ada aturan tertulis yang kaku mengenai keprotokolan. Namun, semua pengondisian acara resmi, komunikasi eksternal, hingga penyambutan tamu diatur melalui worksheet event dan koordinasi tim Corporate Communication,” ujar Nurhasnaini Hasan. Ia menambahkan, penataan tempat duduk maupun pendampingan pejabat dan tamu penting disesuaikan dengan skala acara serta struktur jabatan (by position).

Ketika menerima kunjungan delegasi tingkat nasional maupun internasional, pimpinan tertinggi lembaga (top management) bersanding langsung untuk menyambut.  Selain teknis penyelenggaraan acara, Dompet Dhuafa Sulsel menekankan pentingnya hospitality, attitude, serta menjaga kerahasiaan data tamu penting maupun public figure yang berkolaborasi. Kebijakan Non-Disclosure Agreement (NDA) wajib ditandatangani oleh seluruh elemen lembaga, mulai dari karyawan, peserta magang, hingga relawan sejak awal bergabung.

Mengakhiri sesi wawancara, Nurhasnaini memberikan arahan bagi para mahasiswa yang ingin berkarier di bidang kehumasan dan keprotokolan. Menurutnya, kompetensi utama yang paling krusial bukanlah sekadar teori, melainkan etika dasar, kemampuan koordinasi, serta keterampilan berkomunikasi yang santun.