Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Integrasikan Teori dan Praktik, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Pelajari Kepemimpinan dan Komunikasi Organisasi di PT. Pegadaian

Integrasikan Teori dan Praktik, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Pelajari Kepemimpinan dan Komunikasi Organisasi di PT. Pegadaian

MAKASSAR — Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), yakni A. Taufikurahman, Muh. Syahrul Syaid, Muh. Nur Tandra Langi, Fisabilil Haq, dan Nadin Qonita Alya Zahra, melakukan kunjungan riset dan wawancara di PT Pegadaian Cabang Talasalapang pada Kamis (22/10/2026).  Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami pola komunikasi organisasi, kepemimpinan, serta strategi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di instansi keuangan tersebut.

​Dalam wawancara yang berlangsung hangat selama 12 menit, Pimpinan Cabang PT Pegadaian Talasalapang, Fadly Nur Putra Ali, mengungkapkan bahwa karyawan merupakan aset berharga perusahaan yang harus terus dikembangkan, bukan sekadar alat kerja semata. ​"Di Pegadaian, khususnya di Cabang Talasalapang, hal yang paling utama adalah kaderisasi dan penerus. Kita menerapkan sistem delegasi tugas agar pimpinan tidak memegang semua pekerjaan sendiri. Semakin banyak yang bisa mengerjakan, pencapaian target cabang tentu jadi lebih mudah," ujar Fadly di ruang kerjanya.

Mengenai hubungan kerja harian, Fadly menekankan pentingnya membangun suasana kekeluargaan tanpa mengesampingkan profesionalisme. Langkah ini diambil untuk mengikis batasan senioritas atau sekat jabatan yang kerap membuat bawahan merasa canggung dalam menyampaikan masukan maupun ide-ide kreatif. ​"Pendekatan kekeluargaan membuat bawahan tidak sungkan. Saya sangat terbuka, bahkan sering meminta pendapat langsung dari tim sebelum mengambil keputusan operasional. Namun, saat bekerja, kita tetap harus profesional," tegasnya.

Pegadaian secara rutin memberikan ruang dan fasilitas pelatihan bagi jajarannya. Program pelatihan digelar hampir setiap bulan, baik di tingkat lokal maupun nasional hingga ke Jakarta, guna menjaga kualitas kerja staff.  Saat menanggapi pertanyaan dari tim mahasiswa seperti yang diajukan oleh Muh. Syahrul Syaid mengenai dinamika konflik internal Fadly menjelaskan bahwa setiap perbedaan pendapat diawali dengan pendekatan mediasi langsung. Pimpinan akan mengkonfrontir dan mendengarkan berbagai sudut pandang secara bersama-sama untuk menemukan solusi terbaik secara objektif. Namun, jika masalah tidak dapat diselesaikan di tingkat cabang, prosedur resmi manajemen perusahaan siap dijalankan.

​Selain kenyamanan kerja, motivasi pegawai juga didorong melalui skema insentif (fee) bagi staf yang berhasil mencapai target yang ditetapkan (Key Performance Indicator/KPI). Melalui kunjungan ini, para mahasiswa diharapkan dapat memahami secara langsung penerapan ilmu komunikasi di dunia kerja profesional, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara akademisi dan dunia industri.



*Taufkr/ADFEP*