MAROS — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, melaksanakan kunjungan studi lapangan ke kantor Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia Maros, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung praktik komunikasi institusional, tata kelola kehumasan, serta standar operasional prosedur (SOP) keprotokoleran di lingkungan instansi pemerintah.
Dalam kunjungan edukatif
tersebut, mahasiswa disambut dan didampingi langsung oleh Muchammad Fatchur
Rizza, S.Tr.P., selaku perwakilan dari Tim Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi (PPID) sekaligus Tim Hubungan Masyarakat (Humas) Balai Perakitan
dan Pengujian Tanaman Serealia Maros.
Sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Fatchur Rizza membuka wawasan para mahasiswa mengenai dinamika kerja kehumasan dan keprotokoleran di instansi pemerintah tingkat balai. Ia menjelaskan bahwa fungsi keprotokoleran di lingkup Kementerian Pertanian memiliki hierarki yang terstruktur, mulai dari tingkat pusat di bawah Biro Hukum dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal, hingga level unit pelaksana teknis (UPT) di daerah yang dikoordinasikan melalui Bagian Tata Usaha (TU) dan tim kehumasan.
"Prinsip dasar keprotokoleran di instansi pemerintah sebenarnya tidak rumit, yang terpenting adalah bagaimana menempatkan seseorang sesuai pada tempat, harkat, dan kedudukannya," ujar Fatchur di hadapan para mahasiswa. Dalam pemaparannya, ia juga membagikan pengalaman praktis mengenai berbagai tantangan di lapangan, mulai dari penyesuaian tata letak tempat duduk bagi tamu VVIP dan pejabat eselon, manajemen waktu tatkala terjadi pergeseran agenda pimpinan secara mendadak, hingga koordinasi lintas sektoral yang menuntut fleksibilitas tinggi dari tim humas.
Diskusi berlangsung hangat tatkala para mahasiswa melontarkan sejumlah pertanyaan kritis seputar manajemen krisis keprotokoleran, seperti penanganan tamu penting yang hadir di luar estimasi, kendala teknis katering dan perangkat suara, hingga penerapan sistem hybrid dalam rapat koordinasi pimpinan. Fatchur menekankan pentingnya membangun jaringan komunikasi yang solid, baik melalui pemanfaatan aplikasi persuratan digital resmi pemerintah seperti Srikandi, maupun koordinasi intensif melalui jejaring ajudan dan protokoler antar-instansi.
Selain itu, ia juga berpesan kepada para mahasiswa Ilmu Komunikasi agar terus mengasah keterampilan penunjang, seperti kemampuan adaptasi sosial, kecerdasan emosional dalam membaca preferensi pimpinan, penguasaan teknik komunikasi publik, serta kepekaan terhadap etika profesional ketika terjun langsung ke dunia kerja nyata. Kunjungan lapangan ini ditutup dengan sesi tur singkat di area kantor dan fasilitas balai, serta sesi foto bersama antara mahasiswa UIN Alauddin Makassar dengan Tim Humas Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia Maros. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi organisasi dan protokoler secara akademik, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai profesionalisme kerja di instansi pemerintah.
*ADFEP*