MAKASSAR — Public Relations (PR) memiliki peran penting dalam menjaga citra perusahaan, membangun hubungan dengan publik, serta mengelola informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Nafila Aindinia dalam wawancara mengenai aktivitas Public Relations di Wisma Kalla, Makassar, Jumat (23/10/2026).
Dalam wawancara tersebut, Nafila menjelaskan bahwa fungsi PR di lingkungan Kalla Property merupakan bagian dari divisi Sales and Marketing. PR tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mendukung kegiatan pemasaran dan membangun hubungan baik dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Menurut Nafila, pihak internal yang menjadi bagian dari hubungan PR antara lain tenant atau penyewa, sedangkan pihak eksternal mencakup media, pemangku kepentingan (stakeholder), perusahaan lain, dan masyarakat sebagai konsumen.
“Fungsi dan tugas utama PR adalah menjalin relasi, baik internal maupun eksternal dari perusahaan,” jelas Nafila.
Ia menambahkan bahwa informasi yang akan disampaikan kepada publik perlu melalui PR agar pesan yang keluar tetap terarah dan sesuai dengan kepentingan perusahaan. Meski demikian, penyampaian informasi tetap dikoordinasikan dengan pimpinan dan pihak terkait untuk memastikan kebenarannya.
Mengikuti Perkembangan dan Kebutuhan Publik
Nafila menjelaskan bahwa keberadaan PR sangat dibutuhkan dalam perusahaan yang bergerak di bidang properti komersial. Hal ini karena aktivitas pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran berlangsung secara dinamis, sehingga berbagai persoalan dan perubahan di lingkungan internal maupun eksternal dapat memengaruhi perusahaan.
Menurutnya, fungsi dasar PR tetap sama dari waktu ke waktu. Namun, strategi komunikasi perlu menyesuaikan perkembangan zaman, perubahan daya beli masyarakat, serta perilaku pengunjung.
Untuk menjaga citra perusahaan, PR juga perlu berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan kepada publik. Setiap informasi harus diperiksa dan dikoordinasikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau berdampak negatif terhadap reputasi perusahaan.
Dalam menghadapi isu negatif, Nafila mengatakan bahwa pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fakta dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Penanganan selanjutnya disesuaikan dengan tingkat permasalahan, baik melalui pemberian informasi, publikasi resmi, maupun hak jawab apabila diperlukan.
Mengoptimalkan Media dan Menerima Kritik
Dalam menjalankan aktivitas komunikasi, PR Wisma Kalla memanfaatkan berbagai saluran media, mulai dari surat kabar, media daring, televisi, radio, hingga media sosial. Perusahaan juga menggunakan siaran pers, kegiatan promosi, iklan, dan penyelenggaraan acara untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap properti yang dikelola.
Nafila menyebutkan bahwa kegiatan promosi dan publikasi bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat serta menjadikan properti perusahaan sebagai pilihan utama ketika masyarakat mencari pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran.
Selain publikasi, perusahaan juga terbuka terhadap kritik dan keluhan masyarakat. Masukan yang diterima melalui media sosial maupun secara langsung akan ditindaklanjuti kepada manajemen untuk diperiksa dan menjadi bahan perbaikan apabila diperlukan.
Menurut Nafila, pemantauan pemberitaan dan komentar masyarakat dilakukan secara rutin oleh tim Brand Communication. Pemantauan tersebut membantu perusahaan mengetahui kecenderungan pemberitaan, memahami tanggapan publik, serta mengantisipasi persoalan yang berpotensi memengaruhi citra perusahaan.
Perencanaan dan Evaluasi Program PR
Dalam merencanakan program komunikasi, perusahaan melakukan riset untuk memahami kebutuhan publik, memantau tanggapan masyarakat, serta mengikuti perkembangan tren. Perencanaan program disusun berdasarkan target tahunan, kemudian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap bulan.
Nafila juga menjelaskan bahwa setiap program memiliki indikator keberhasilan atau Key Performance Indicator (KPI) sebagai acuan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah program telah mencapai tujuan yang ditetapkan dan menentukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Selain itu, perusahaan membangun hubungan dengan berbagai pihak, termasuk media, komunitas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemerintah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas hubungan dengan publik dan mendukung kegiatan perusahaan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Public Relations menjadi bagian penting dalam mendukung pemasaran, menjaga reputasi, serta membangun hubungan yang berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat.
*AiS/ADFEP*