Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
TVRI Sulsel Terbuka pada AI dan Kembangkan Siaran Digital, Komunikasi Internal Jadi Kunci Kualitas

TVRI Sulsel Terbuka pada AI dan Kembangkan Siaran Digital, Komunikasi Internal Jadi Kunci Kualitas

MAKASSAR, 29 Oktober 2026 – TVRI Stasiun Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya menjaga kualitas siaran lewat komunikasi organisasi yang terbuka, kerja sama tim yang terstruktur, dan adaptasi terhadap teknologi digital. Hal ini disampaikan Suparman, yang akrab disapa Arwan, Pranata Siaran, reporter, sekaligus humas TVRI Sulsel, saat diwawancarai mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar di stasiun TVRI Sulsel, Makassar, Kamis (29/10/2026).

Pola Komunikasi Terbuka dan Berjenjang

Menurut Arwan, pola komunikasi di TVRI Sulsel bersifat terbuka. Setiap ide program diawali dengan diskusi antara reporter dan produser di masing-masing bidang, seperti News dan Program. Ide itu diajukan ke produser pelaksana, diteruskan ke ketua tim, lalu dikoordinasikan dengan Kepala Stasiun sebagai pimpinan tertinggi TVRI Penyiaran Daerah.

"Untuk pola komunikasi sifatnya terbuka, sangat-sangat terbuka," ujarnya.

Sebelum produksi, tim wajib melaporkan rencana ke Kepala Stasiun berdasarkan Terms of Reference (TOR). Setelah tema disetujui, barulah digelar rapat produksi internal yang melibatkan kameramen, produser, dan kru lainnya. Langkah ini dilakukan agar kru tidak kebingungan soal gambar yang akan diambil maupun narasumber yang dituju saat berada di lapangan.

Arwan menyebut hambatan komunikasi antaranggota tidak terlalu signifikan karena seluruh unsur produksi dilibatkan sejak awal. Kendala lebih sering muncul saat peliputan, misalnya cuaca yang tiba-tiba berubah atau masalah teknis. Jika itu terjadi, tim berkomunikasi kembali untuk menentukan langkah berikutnya.

Untuk pegawai berprestasi, TVRI memiliki penghargaan Gatra Kencana, anugerah bagi insan penyiaran TVRI daerah maupun nasional atas karya terbaik. Setiap stasiun daerah mengirimkan karya seperti program Inspirasi Indonesia, Pesona Indonesia, paket feature, dan dokumenter. Karya tersebut diverifikasi bersama dewan pengawas dan tim juri sesuai kualifikasi yang ditetapkan pusat.

Di bidang teknologi, Arwan mengatakan TVRI Sulsel terbuka terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). "AI bukan jadi hambatan, tapi kita elaborasi, kolaborasi, dan pelajari," katanya. Para pegawai telah mendapat pelatihan dari Pusdiklat TVRI dan Kominfo mengenai sistem kerja AI.

Hasilnya, TVRI Sulsel baru-baru ini memproduksi sinetron series berbasis AI dengan muatan kearifan lokal Sulawesi Selatan. Stasiun ini juga meraih penghargaan Iklan Layanan Masyarakat berbasis AI terbaik di ajang Gatra Kencana.

Dari sisi jangkauan, TVRI Sulsel kini tidak hanya hadir di siaran terestrial, tetapi juga lewat live streaming YouTube, aplikasi Klik TVRI, situs web, dan platform Vidio, sehingga penonton dapat mengakses siaran daerah dari ponsel di mana saja.

Untuk menjaga mutu siaran, TVRI Sulsel telah beralih dari analog ke digital dan meningkatkan kualitas siaran ke HD. Studio juga diperbarui dengan videotron dan tidak lagi memakai green screen atau blue screen. Untuk siaran langsung di lapangan, kru memakai perangkat Soliton yang membuat kebutuhan personel lebih efisien tanpa menurunkan kualitas gambar.

Arwan menyebut rasa tanggung jawab sebagai kunci keberhasilan komunikasi dan kerja sama tim. Selain rapat produksi sebelum dan sesudah program dibuat, TVRI Sulsel menggelar rapat evaluasi mingguan setiap Rabu, tempat ketua tim dan produser bertukar catatan evaluasi. Ada pula buku catatan harian yang diisi PD (Program Director) Umum untuk mencatat kendala teknis dan operasional selama siaran berlangsung pukul 14.00 hingga 19.00 WITA.

"Dengan rasa tanggung jawab, komunikasi terbuka, serta evaluasi berkala, kualitas siaran TVRI dapat terus terjaga," tuturnya.

*MT/ADFEP*