Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Perkuat Kompetensi Kehumasan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Laksanakan Kunjungan Akademik ke PMI Kota Makassar

Perkuat Kompetensi Kehumasan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Laksanakan Kunjungan Akademik ke PMI Kota Makassar

MAKASSAR – Upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, melalui kunjungan akademik ke Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Senin (26/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai praktik kehumasan (public relations), khususnya dalam organisasi kemanusiaan yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tugas dan tanggung jawab seorang praktisi humas, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang pentingnya komunikasi dalam mendukung keberlangsungan organisasi.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan berdialog dan melakukan wawancara langsung dengan Rahmat Widodo, S.M., yang akrab disapa Dodo, selaku Humas PMI Kota Makassar. Diskusi berlangsung dengan mengangkat berbagai persoalan yang berkaitan dengan fungsi kehumasan, strategi penyampaian informasi, serta peran komunikasi dalam membangun hubungan antara organisasi dan masyarakat.

Salah satu hal menarik yang disampaikan Dodo adalah pentingnya kemampuan seorang praktisi humas dalam memahami organisasi secara menyeluruh. Menurutnya, humas bukan sekadar pihak yang bertugas menyampaikan informasi kepada publik, melainkan juga menjadi penghubung yang memastikan pesan organisasi dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat. "Humas merupakan jembatan antara instansi dan masyarakat. Maka dari itu, humas diharapkan tahu seluk-beluk organisasi. Humas juga harus menyampaikan informasi sesederhana mungkin, mengubah seribu kata menjadi seratus kata," ungkap Dodo saat memberikan penjelasan kepada mahasiswa. Pernyataan tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting dalam kunjungan ini. Di tengah derasnya arus informasi, seorang praktisi humas dituntut memiliki kemampuan mengolah pesan secara tepat, ringkas, dan mudah dipahami tanpa menghilangkan substansi informasi yang hendak disampaikan. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting bagi organisasi seperti PMI yang bergerak dalam bidang pelayanan kemanusiaan. Informasi mengenai kegiatan organisasi perlu dikomunikasikan secara jelas agar masyarakat dapat memahami pesan, program, maupun layanan yang disampaikan.

Melalui penjelasan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan komunikasi organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya informasi yang disampaikan, tetapi juga oleh kemampuan humas dalam memilih pesan, menggunakan bahasa yang tepat, dan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kebutuhan masyarakat. Selain memperdalam pemahaman mengenai fungsi kehumasan, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan berbagai konsep komunikasi yang telah dipelajari selama perkuliahan dengan praktik yang dijalankan oleh seorang profesional.

Melalui sesi wawancara, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal, menyusun pertanyaan, mendengarkan penjelasan narasumber secara aktif, serta menggali informasi yang relevan dengan bidang keilmuan mereka. Pengalaman tersebut memiliki nilai penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Sebagai calon praktisi komunikasi, mahasiswa perlu memiliki kemampuan menyampaikan gagasan, menganalisis persoalan komunikasi, serta memahami dinamika hubungan antara organisasi dan publiknya.

Kegiatan kunjungan akademik ini sekaligus mencerminkan pentingnya pembelajaran kontekstual di perguruan tinggi. Pengetahuan yang diperoleh melalui perkuliahan menjadi lebih bermakna ketika mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori komunikasi diterapkan dalam aktivitas organisasi. Terlebih lagi, dunia kehumasan terus menuntut kemampuan komunikasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan publik. Oleh karena itu, pengalaman berinteraksi langsung dengan praktisi diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai peluang sekaligus tantangan profesi kehumasan.

Kunjungan ke PMI Kota Makassar juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenali karakteristik komunikasi pada organisasi kemanusiaan. Berbeda dengan organisasi yang berorientasi pada kepentingan komersial, lembaga kemanusiaan memiliki tanggung jawab sosial yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dalam aktivitas komunikasinya. Dalam konteks tersebut, humas memiliki peran strategis untuk membantu organisasi membangun pemahaman publik, menjaga kepercayaan masyarakat, dan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan aktivitas kelembagaan.

Bagi mahasiswa, pemahaman mengenai peran tersebut menjadi bekal untuk melihat profesi kehumasan secara lebih luas. Humas tidak hanya berkaitan dengan publikasi kegiatan atau penyampaian berita, tetapi juga mencakup kemampuan membangun hubungan, memahami karakteristik publik, serta menjaga komunikasi yang efektif antara organisasi dan masyarakat.  Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin menyadari bahwa penguasaan teori perlu diimbangi dengan keterampilan praktis dan pemahaman terhadap realitas dunia kerja. Pengalaman belajar di luar kelas menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan profesi setelah menyelesaikan pendidikan. Kegiatan kunjungan berlangsung dengan lancar dan memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Selain menambah wawasan mengenai profesi kehumasan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya keterbukaan terhadap pengalaman dan pengetahuan dari para praktisi.

Kunjungan akademik ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi dengan dunia profesional, sekaligus mendukung penguatan kompetensi akademik dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan bekal pengetahuan teoretis dan pengalaman praktis, mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan mampu berkembang menjadi lulusan yang kompeten, profesional, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam berbagai lingkungan organisasi dan dunia kerja.


*Najw/ADFEP*