Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Di Balik Siaran Radio, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Pelajari Strategi Marketing dan Brand Management di Radio Telstar

Di Balik Siaran Radio, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Pelajari Strategi Marketing dan Brand Management di Radio Telstar

Makassar, 23 Oktober 2026— Di tengah perkembangan media digital dan persaingan industri penyiaran, stasiun radio tidak hanya dituntut untuk menyajikan program yang menarik, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan klien, media lain, dan pendengar. Salah satu peran penting dalam mendukung keberlangsungan radio tersebut adalah brand management, yang berperan dalam membangun kerja sama, memasarkan program, serta menjaga hubungan dengan pihak eksternal.

Hal tersebut menjadi salah satu pembelajaran yang diperoleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, melalui wawancara akademik di Radio Telstar. Wawancara dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, oleh empat mahasiswa, yaitu Andi Nadya Z Maharani, Sartika Pala'buan, Nadine Dwi Andini, dan Fatimah Takhwan, bersama Ryanti Nugraha selaku narasumber.Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi tugas perkuliahan sekaligus memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai penerapan fungsi Public Relations (PR), strategi pemasaran, serta pengelolaan merek dalam industri radio.

Dalam sesi wawancara, Ryanti Nugraha menjelaskan bahwa salah satu tugas utama brand management adalah membangun dan menjaga hubungan baik dengan klien. Hubungan tersebut diperlukan untuk menciptakan kerja sama yang berkelanjutan, termasuk dalam pemasangan iklan, penyelenggaraan acara, dan promosi program radio. Menurutnya, pelayanan yang baik kepada klien menjadi bagian penting agar kerja sama dapat terus berlanjut.

Selain menjalin hubungan dengan klien, brand management juga berperan dalam menawarkan program radio kepada pihak eksternal. Kerja sama dapat dilakukan melalui promosi acara, pencantuman logo media dalam kegiatan, penyediaan ruang promosi, hingga kolaborasi dengan media lain. Bentuk kerja sama tersebut menjadi strategi untuk memperkenalkan Radio Telstar kepada masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pendengarnya.

Ryanti juga menjelaskan bahwa perkembangan media sosial menjadi salah satu faktor yang mendorong radio untuk terus menyesuaikan strategi pemasarannya. Kehadiran berbagai platform digital dan podcast membuat persaingan media semakin beragam. Oleh karena itu, radio perlu memanfaatkan media sosial, mengadakan kegiatan bersama, serta membangun kolaborasi dengan pihak lain agar tetap dikenal oleh masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya, brand management juga harus berkoordinasi dengan bagian penyiaran dan tim produksi. Koordinasi ini diperlukan ketika klien meminta pembuatan iklan, promosi khusus, atau keterlibatan penyiar dalam suatu kegiatan. Misalnya, apabila klien menginginkan iklan dengan karakter suara tertentu, bagian marketing perlu menyampaikan arahan tersebut kepada pengisi suara agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan klien.

Lebih lanjut, Ryanti mengungkapkan bahwa keterlibatan brand management dalam perencanaan program dan promosi sangat diperlukan. Momentum tertentu, seperti peringatan hari nasional, dapat dimanfaatkan untuk membuat kampanye atau penawaran khusus bagi klien. Melalui perencanaan tersebut, program radio tidak hanya menjadi sarana hiburan dan informasi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Dalam aspek pelayanan publik, Radio Telstar juga memanfaatkan media sosial dan kegiatan kolaboratif untuk menyampaikan informasi serta memperkenalkan program kepada pendengar. Masukan dari pendengar menjadi salah satu bahan evaluasi, meskipun tidak semua kritik dapat langsung diterapkan. Hal ini karena pengelolaan program tetap mempertimbangkan kebijakan internal dan karakteristik siaran radio.

Ryanti turut menjelaskan bahwa tantangan dalam menjalankan fungsi marketing dan brand management adalah membangun hubungan dengan orang baru, memahami kebutuhan klien, serta menjaga sikap profesional dalam berbagai situasi. Keramahan, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan menghadapi berbagai karakter orang menjadi hal yang penting dalam pekerjaan tersebut.

Melalui wawancara ini, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai hubungan antara teori Public Relations dan praktik brand management dalam industri penyiaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan merek di radio tidak hanya berkaitan dengan promosi dan pemasangan iklan, tetapi juga melibatkan komunikasi strategis, koordinasi internal, pelayanan klien, serta upaya mempertahankan hubungan baik dengan berbagai pihak.

Wawancara akademik tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar mengenai dunia kerja media, khususnya dalam bidang pemasaran dan kehumasan. Dengan memahami praktik secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan materi perkuliahan dengan kebutuhan profesional di industri komunikasi yang terus berkembang.

*Nadyzm/ADFEP*