Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
PT Manasik Haji Umrah Terapkan Standar Layanan dan Penanganan Tamu Khusus dalam Setiap Kegiatan Syiar

PT Manasik Haji Umrah Terapkan Standar Layanan dan Penanganan Tamu Khusus dalam Setiap Kegiatan Syiar

MAKASSAR — Biro perjalanan wisata PT Manasik Haji Umrah (MHI) Cabang Makassar mengutamakan penerapan standar operasional prosedur (SOP) layanan serta pengaturan keprotokolan yang fleksibel dalam setiap penyelenggaraan kegiatan resmi, seperti seminar dan tabligh akbar. 

​Hal tersebut diungkapkan oleh pihak manajemen PT Manasik Haji Umrah saat ditemui di Makassar. Sebagai biro perjalanan bukan instansi pemerintahan penerapan aturan keprotokolan di MHI disesuaikan secara profesional untuk mengatur layanan, keamanan, serta kenyamanan peserta perjalanan umrah dan jemaah. 

​Dalam pelaksanaan operasionalnya, MHU membagi tugas khusus melalui petugas handling yang terbagi menjadi dua bagian utama. Pertama, handling keberangkatan yang bertugas mengatur manasik, visa jemaah, tiket, serta kelengkapan dokumen melalui Siskohatup. Kedua, handling bandara yang memastikan keamanan jemaah selama pengawasan di bandara hingga memastikan koper aman sampai di pesawat. 

​Terkait kegiatan resmi yang melibatkan tokoh penting atau pejabat daerah, seperti bupati, MHU memiliki tata cara penanganan dan penyambutan khusus. Berdasarkan pengalaman kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Raya Pangkep, pihak panitia melakukan penjemputan langsung dengan mendatangi pejabat bersangkutan serta menyambutnya di pintu masuk ruangan acara. 

​"Kemarin kami menyambut langsung di pintu masuk, lalu saya memperkenalkan diri sebagai kepala cabang di Makassar serta memperkenalkan owner dan tim pusat yang hadir," ujar perwakilan manajemen PT Manasik Haji Umrah. 

​Dalam penentuan tata letak atau posisi duduk tamu kehormatan, pihak panitia menempatkan pejabat daerah di barisan depan sebelah kanan, berdampingan dengan para ustaz atau penceramah yang menjadi branding perusahaan, seperti Ustaz Solmed dalam kegiatan terdahulu. Jika tamu penting atau pejabat mengalami keterlambatan, panitia telah mengantisipasinya dengan mengisi waktu jeda melalui rangkaian acara atau materi lain sebelum kedatangan tamu tersebut. 

​Selain kegiatan luring seperti Tabligh Akbar yang mendatangkan artis dan ulama ke daerah-daerah seperti di Pangkep dan Jeneponto MHU juga rutin menggelar seminar daring melalui program Seminar Syiar Baitullah (SBU) serta seminar offline yang diadakan dua kali setahun. Guna memastikan kelancaran acara besar, pihak penyelenggara senantiasa melaksanakan gladi bersih, meskipun dalam kondisi tertentu harus menghadapi penyesuaian secara spontanitas akibat jadwal pimpinan yang mendadak.



*RAY/ADFEP*