Makassar, 26 Oktober 2026 — Organisasi kemanusiaan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial. Dalam menjalankan kegiatannya, organisasi tidak hanya membutuhkan program yang tepat sasaran, tetapi juga komunikasi yang baik untuk membangun kepercayaan, menggerakkan kepedulian, dan memperoleh dukungan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pembelajaran yang diperoleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, melalui wawancara akademik bersama M. Jabal Nur, S.I.P., M.Sos., selaku narasumber dari Human Initiative Sulawesi Selatan. Wawancara dilaksanakan pada Selasa, 26 Oktober 2026, oleh mahasiswa kelompok yang terdiri atas Anisa Alhafsari, Anbar Naurah, Riswal Anugrah, dan Nurhalizah.
Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi tugas perkuliahan sekaligus menambah pemahaman mahasiswa mengenai penerapan fungsi Public Relations (PR) atau kehumasan dalam organisasi nonpemerintah (NGO), khususnya dalam membangun hubungan dengan masyarakat dan mengelola komunikasi organisasi.
Dalam sesi wawancara, M. Jabal Nur menjelaskan bahwa Human Initiative merupakan organisasi yang bergerak di bidang pembangunan sosial dan kemanusiaan. Organisasi ini memiliki visi untuk menggerakkan kebaikan serta menjadi jembatan antara masyarakat yang ingin membantu dengan mereka yang membutuhkan. Program-programnya berfokus pada empat sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kebencanaan.
Dalam pelaksanaan program, Human Initiative tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, tetapi juga berupaya mengatasi persoalan mendasar masyarakat. Misalnya, membantu wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses listrik, jaringan komunikasi, dan fasilitas pendidikan. Salah satu tujuannya adalah memperjuangkan agar masyarakat di daerah terpencil, khususnya anak-anak, memperoleh kesempatan dan fasilitas pendidikan yang lebih layak.
Narasumber juga menjelaskan bahwa sebagai organisasi nonpemerintah, Human Initiative tidak memperoleh pembiayaan langsung dari pemerintah untuk menjalankan seluruh programnya. Oleh karena itu, organisasi mengandalkan dukungan publik melalui donasi, kampanye kemanusiaan, serta kerja sama dengan berbagai mitra. Dalam hal ini, bagian partnership memiliki peran penting untuk membangun hubungan dengan pihak eksternal guna memperoleh dukungan bagi keberlangsungan program.
Terkait fungsi Public Relations, narasumber menyampaikan bahwa kantor pusat Human Initiative memiliki bagian PR secara khusus. Sementara itu, di kantor regional Indonesia Timur, termasuk Makassar, fungsi kehumasan dijalankan melalui tiga bidang utama, yaitu program, partnership, dan resource. Masing-masing bidang memiliki fungsi komunikasi sesuai kebutuhan, mulai dari membangun hubungan dengan masyarakat dan pemerintah hingga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
Dalam menyampaikan informasi kepada publik, Human Initiative memanfaatkan website dan media sosial Instagram. Informasi yang dipublikasikan meliputi kegiatan organisasi, kampanye kemanusiaan, serta laporan penyaluran bantuan. Khusus bagi donatur tertentu, organisasi juga menyediakan laporan khusus sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah donasi yang telah diberikan. Hal ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat.
Salah satu hal menarik dalam wawancara tersebut adalah prinsip komunikasi Human Initiative dalam menampilkan penerima manfaat. Narasumber menjelaskan bahwa organisasi tidak ingin mengeksploitasi kesedihan atau penderitaan masyarakat demi menarik simpati publik. Sebaliknya, konten yang dibuat lebih menonjolkan perjuangan, semangat, dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi keterbatasan. Pendekatan ini dilakukan agar penerima manfaat tetap dihargai martabatnya dan tidak hanya dipandang sebagai objek belas kasihan.
Dalam merencanakan kampanye, Human Initiative juga melakukan assessment dan social mapping untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat. Melalui proses tersebut, organisasi dapat menentukan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian dan memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Setiap konten yang akan dipublikasikan juga melalui proses peninjauan dan persetujuan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Selain jumlah donasi yang terkumpul, keberhasilan program juga dilihat dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Evaluasi dilakukan oleh masing-masing koordinator bidang dengan memperhatikan capaian program, kegiatan yang telah dilaksanakan, serta hubungan dan kerja sama yang telah dibangun.
Melalui wawancara ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa penerapan Public Relations dalam organisasi kemanusiaan tidak hanya berkaitan dengan publikasi dan pembentukan citra lembaga, tetapi juga mencakup pembangunan hubungan dengan mitra, pengelolaan dukungan publik, transparansi donasi, serta penerapan etika komunikasi.
Kegiatan wawancara akademik ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar dalam memahami praktik kehumasan di lingkungan organisasi nonpemerintah. Melalui pembelajaran secara langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana komunikasi menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan, menggerakkan kepedulian, dan mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.
*Nhlz/ADFEP*